pengobatan kanker darah

Pengobatan Kanker Darah

pengobatan kanker darah hanya dengan

ace maxs

Pengobatan Kanker Darah, selamat datanag di website obatalamijantung.web.id yaitu pusat penjualan obat herbal ace maxs yang siap melayani anda dalam pemesanan ace maxs baik partai besar maupun eceran. Pengobatan kanker darah dengan ace maxs adalah pilihan yang tepat dalam mengobatinya.Informasi pemesanan silahkan klik cara membeli ace maxs.

Penyakit Kanker Darah

pengobatan kanker darahPengobatan Kanker Darah, Kanker darah merupakan penyakit dalam klasifikasi kanker (istilah medis: neoplasma) pada darah atau sumsum tulang yang ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid, umumnya terjadi pada leukosit (sel darah putih). Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal.
Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia memengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.

Kata leukemia berarti darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya.

Gejala Kanker Darah (Leukemia)

Gejala Kanker Darah (Leukemia) yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Anemia. Penderita akan cepat lelah, pucat, dan bernapas cepat (sel darah merah di bawah normal menyebabkan oksigen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernapas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oksigen dalam tubuh).
    Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan baik karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita kanker darah akan mengalami
  • perdarahan di jaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil di jaringan kulit).
  • Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Kanker Darah (Leukemia), sel darah putih yang terbentuk tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (ingus) dan batuk.
  • Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.
  • Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala kanker darah (leukemia), dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati, dan empedu, yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbullah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita kanker darah (leukemia).

Nah bagi anda yang saat ini memiliki gejala seperti di atas,jangan di biarkan begitu saja segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter,jika memang terkena penyakit kanker segeralah lakukan pengobatan kanker darah dengan mengkonsumsi ace maxs.

Pengobatan Kanker Darah

Pengobatan Kanker Darah dengan ace maxs  adalah minuman kesehatan yang memadukan khasiat dari ekstrak daun sirsak dan kulit manggis yang aman dikonsumsi karena tidak menimbulkan efek samping.

Mungkin di benak anda timbul pertanyaan, kenapa pengobatan kanker darah harus dengan ace maxs..? Mari kita simak penjelesana nya

pengobatan kanker darahKarena Ace Max’s mengandung XANTHONE.Yaitu senyawa antioksidant yang tinggi yang dihasilkan dari kulit manggis.Antioksidant adalah suatu zat antikanker yang mampu mendorong sel kanker untuk melakukan apoptosis atau pemusnahan sel kankernya. Selain itu, sifat kulit manggis adalah antiproliferasi yaitu menghambat pertumbuhan sel kanker. Kanker yang dapat diobati oleh antioksidan kulit manggis ini adalah kanker payudara, kanker darah (leukimia), kanker lambung, kanker paru-paru, kanker kolon (usus besar) dan kanker hati.Maka,sangat tepat apabila kulit manggis ini,dijadikan salah satu komponen dalam pengobatan kanker darah

Pengobatan kanker darah ace maxs juga mengandung Annonaceous Acetogenin yang dapat menyerang sel-sel kanker dalam tubuh manusi.Zat ini,bekerja secara selektif yaitu hanya menyerang sel-sel jahat,tanpa mengganggu sel yang masih sejat,sehingga tidak akan menimbulkan efek negatif seperti,berat badan turun,mual dan rambut rontok seperti pada kemoterapi.Bahkan menggunakan daun sirsak sebagai pengobatan kanker darah juga diketahui Memiliki daya kerja 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamicin dan terapi kemo yang biasa di gunakan(Menurut The Journal of Natural Product membeberkan riset Rieser MJ, Fang XP, dan McLaughlin, peneliti di AgrEvo Research Center, Carolina Utara, Amerika Serikat).Itulah sekilas pembahasan mengenai pengobatan kanker darah dengan ace maxs.Untuk itu bagi anda yang berminat mau pesan bisa langsung klik cara membeli ace maxs.

kanker darah

Pengobatan Leukemia Leukemia/Kanker Darah 

Orang-orang dengan leukemia memiliki banyak pilihan pengobatan. Pilihannya adalah menanti sambil waspada (watchful waiting), kemoterapi, targeted terapi, terapi biologi, terapi radiasi, dan transplantasi sel induk. Jika pankreas Anda membengkak, dokter mungkin menyarankan operasi pengangkatan limpa/pankreas. Terkadang kombinasi perawatan ini digunakan. 

Pilihan pengobatan tergantung terutama pada 3 aspek, yaitu: jenis leukemia, usia Anda dan apakah sel-sel leukemia ditemukan dalam cairan cerebrospinal Anda. Dokter Anda juga mempertimbangkan gejala dan kesehatan umum. 

Pengobatan Leukemia Akut 

Orang dengan leukemia akut perlu segera dirawat. Tujuan pengobatan adalah untuk menghancurkan tanda-tanda leukemia dalam tubuh dan menghilangkan gejalanya. Ini disebut masa remisi. Setelah orang mengalami remisi, terapi lebih mungkin diberikan untuk mencegah kekambuhan. Jenis terapi ini disebut terapi konsolidasi atau terapi pemeliharaan. Banyak orang dengan leukemia akut dapat disembuhkan. 

Pengobatan awal AML biasanya dimulai dengan kemoterapi induksi, dengan menggunakan kombinasi obat-obatan seperti daunorubisin (DNR), sitarabin (ara-C), idarubicin, thioguanine, etoposide, atau mitoxantrone. 

Untuk mengurangi efek samping pengobatan diatas, yang biasanya berbentuk penurunan jumlah sel darah tertentu, maka dokter dapat memberikan terapi-terapi lanjutan melalui antibiotic oral (misalnya, ofloxacin, rifampisin), injeksi dengan G-CSF (granulocyte-colony stimulating factor), ataupun transfusi sel darah merah dan trombosit/platelet.. 

Jika sel kanker resistan atau kambuh lagi, maka biasanya diberikan antara lain:

  • Kemoterapi induksi konvensional;
  • Ara-C(HDAC) dosis tinggi, dengan/tanpa obat-obatan lain dan
  • Etoposide atau agen kemoterapi tunggal lainnya.

Pengobatan Leukemia Kronis 

Jika Anda memiliki leukemia kronis tanpa gejala, Anda mungkin tidak perlu segera dirawat. Dokter Anda akan melihat kesehatan Anda dengan cermat sehingga perawatan dapat dijalankan saat Anda mulai mengalami gejala. Hal ini disebut watchful waiting (menanti sambil waspada). 

Ketika pengobatan untuk leukemia kronis diperlukan, sering kali penyakit ini dan gejalanya dapat terkontrol. Orang mungkin menerima terapi pemeliharaan untuk membantu agar kankernya tetap dalam remisi, tetapi jarang leukemia kronis dapat disembuhkan dengan kemoterapi. Namun, transplantasi sel induk dapat menjadi pilihan bagi beberapa orang dengan leukemia kronis untuk sembuh. 

Minta Dokter Anda untuk menjelaskan opsi pengobatan yang ada, hasil yang diharapkan, dan serta kemungkinan efek samping bagi Anda. 

Kemoterapi 

Kebanyakan orang dengan leukemia menjalani kemoterapi, untuk membunuh sel-sel leukemia. Tergantung pada jenis leukemianya, ia dapat menerima obat tunggal atau kombinasi dari dua atau lebih obat-obatan. 

Kemoterapi dapat diberikan dalam beberapa cara berbeda, yang meliputi:
* melalui mulut
* melalui suntikan ke dalam pembuluh darah
* melalui kateter
* injeksi langsung ke cairan cerebrospinal
* injeksi ke dalam tulang belakang atau reservoir Ommaya

Kateter 

Ketika kemoterapi diberikan dengan cara ini, sebuah tabung tipis fleksibel dipasang di pembuluh darah besar, seringkali pada dada bagian atas. Sebuah kateter menetap seringkali berguna untuk orang yang membutuhkan banyak perawatan intravena. Paramedis akan menyuntikkan obat ke dalam kateter, daripada langsung ke pembuluh darah. Metode ini menghindari banyaknya suntikan, yang dapat melukai pembuluh darah dan kulit dan kurang nyaman di kulit. 

Injeksi ke dalam cairan Cerebrospinal 

Jika ahli patologi menemukan sel-sel leukemia dalam cairan yang mengisi ruang di dalam dan sekitar otak serta syaraf tulang belakang, dokter bisa memerintahkan kemoterapi intratekal. Dokter kemudian akan menyuntikkan obat langsung ke dalam cairan cerebrospinal. Metode ini digunakan karena obat yang diberikan melalui suntikan intravena atau diminum seringkali tidak mencapai sel-sel di otak dan sumsum tulang belakang. 

Radioterapi 

Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel leukemia. Orang-orang mendapatkan radioterapi di rumah sakit ataupun klinik. 

Beberapa orang menerima radiasi dari sebuah mesin besar yang ditujukan ke pankreas, otak, atau bagian lain dari tubuh di mana sel-sel leukemia menumpuk. Jenis terapi ada yang berlangsung selama 5 hari/minggu selama beberapa minggu. Orang lain mungkin menerima radiasi yang diarahkan ke seluruh tubuh. Radiasi biasanya diberikan sekali atau dua kali sehari selama beberapa hari, biasanya sebelum transplantasi sel induk. 

Efek samping dari terapi radiasi tergantung terutama pada dosis radiasi dan bagian tubuh yang terpapar. Sebagai contoh, radiasi untuk perut Anda dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare. Selain itu, kulit Anda di daerah yang sedang diobati bisa menjadi merah, kering, dan lunak. Anda juga dapat kehilangan rambut di daerah yang terpapar. 

Anda mungkin akan sangat lelah selama radioterapi, terutama beberapa minggu setelah pengobatan. Istirahat sangat penting, tetapi dokter biasanya menyarankan pasien untuk mencoba sedapat mungkin tetap aktif. 

Transplantasi Sel Induk 

Beberapa orang dengan leukemia menerima transplantasi sel induk. Transplantasi sel induk memungkinkan Anda untuk mendapat kemoterapi, radiasi atau keduanya untuk menghancurkan sel-sel leukemianya. Setelah Anda menerima kemoterapi dosis tinggi, terapi radiasi, atau keduanya, Anda akan menerima sel-sel induk yang sehat melalui pembuluh darah besar. Sel darah baru berkembang dari sel induk yang ditransplantasikan. Sel-sel darah baru menggantikan yang dihancurkan oleh pengobatan. 

Transplantasi sel induk dilakukan di rumah sakit. Sel induk dapat berasal dari Anda, dari kembar identik Anda ataupun dari seseorang yang menyumbangkan sel induk mereka untuk Anda Sel induk berasal dari beberapa sumber: dari darah ataupun dari sumsum tulang (transplantasi sumsum tulang). Sumber lain sel induk adalah darah tali pusat. Darah tali pusat diambil dari bayi yang baru lahir dan disimpan dalam freezer.

Setelah transplantasi sel induk, Anda mungkin tinggal di rumah sakit selama beberapa minggu atau bulan. Anda akan beresiko tinggi terkena infeksi dan perdarahan karena dosis besar kemoterapi ataupun radiasi yang Anda terima. Dibutuhkan waktu bagi sel-sel induk yang ditransplantasikan untuk mulai menghasilkan sel darah yang sehat. 

Masalah lain dengan transplantasi sel induk adalah terjadinya penyakit graft-versus-host (GVHD) dapat terjadi pada orang yang menerima menyumbangkan sel induk. Dalam GVHD, sel-sel darah putih yang disumbangkan bereaksi terhadap jaringan normal pasien. Paling sering, hati, kulit, atau saluran pencernaan terpengaruh. GVHD bisa ringan atau sangat parah. Hal ini dapat terjadi setiap saat setelah transplantasi, bahkan bertahun-tahun kemudian. Steroid atau obat lain dapat membantu. 

Terapi Biologi: Interferon 

Beberapa orang dengan leukemia disarankan untuk menjalani terapi biologi. Terapi biologi untuk leukemia adalah terapi dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. 

Salah satu jenis terapi biologi adalah zat yang disebut antibodi monoklonal. Ini diberikan melalui infus intravena. Zat ini berikatan dengan sel-sel leukemia. Salah satu jenis antibodi monoklonal membawa racun yang membunuh sel-sel leukemia. Jenis lain membantu sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel leukemia. 

Untuk beberapa orang dengan CML diberikan terapi biologi dengan obat Interferon. Interferon adalah sekumpulan protein yang dilepaskan oleh sel yang terinfeksi virus. Mereka membantu sel-sel normal untuk membuat protein antivirus. Interferon juga membantu tubuh untuk mengurangi proliferasi (pertumbuhan dan reproduksi) sel leukemia, sementara memperkuat respons kekebalan tubuh. 

Interferon-alfa (INFA) adalah jenis interferon yang sering digunakan untuk mengobati leukemia. INFA biasanya ditawarkan kepada pasien yang baru terdiagnosa, yang bukan kandidat untuk transplantasi sel induk. Efek samping yang mungkin ditimbulkan antara lain: demam, menggigil, nyeri otot dan tulang, sakit kepala, kelelahan, mual, muntah, dan keluhan seperti flu ketika memulai pengobatan. Gejala seperti itu biasanya berlangsung selama 1-2 minggu. Efek samping biasanya membaik setelah terapi dengan INFA selesai. 

Targeted Terapi 

Orang-orang dengan CML dan ALL mungkin menerima obat yang disebut Targeted Terapi. Imatinib (Gleevec) adalah targeted terapi pertama yang disetujui untuk CML. Dalam kasus resistansi terhadap Imatinib, terutama pada kasus CML stadium lanjut, obat-obatan seperti Tasigna (second generation Gleevec), AMN 107 ataupun BMS-354825 menjanjikan harapan. Saat ini kecuali Tasigna, obat-obatan ini masih dalam uji coba klinis. 

Targeted terapi menggunakan obat-obatan yang menghambat pertumbuhan sel-sel leukemia. Misalnya, targeted terapi dapat menghalangi mekanisme protein abnormal yang merangsang pertumbuhan sel-sel leukemia. 

Efek samping dari Targeted terapi, antara lain: pembengkakan, kembung, dan kenaikan berat badan secara tiba-tiba. Targeted terapi juga dapat menyebabkan anemia, mual, muntah, diare, kram otot, atau ruam. Diskusikan dengan dokter Anda bila menemukan gejala efek samping.

tips merawat gigi

1. Tidak pernah terlalu dini untuk mulai melatih kebersihan mulut yang baik, meskipun gigi pertama bayi anda belum tumbuh.  Langkah pertama adalah jangan membiarkan si kecil tertidur dengan botol berisi apa pun selain air. Minum jus dari botol harus dihindari sama sekali.

2. Seka dengan lembut gusi si kecil dengan air dan kain bersih atau sikat gigi bayi setelah makan. Hal ini tidak hanya membantu menjaga agar sisa susu tidak menempel pada gusi,  tetapi juga akan merangsang kelenjar ludah untuk menghasilkan “ludah baik” yang akan membersihkan mulut

3. Kunjungan ke dokter gigi anak harus direncanakan setelah gigi pertama muncul- antara enam bulan dan satu tahun. Kunjungan pertama ini akan meletakkan dasar untuk pertumbuhan gigi yang baik, terutama karena masalah-masalah gigi akan lebih cepat terdeteksi.

4. Pastikan Anda menyediakan makanan kaya nutrisi dan rendah gula. Selain itu, batasi “ngemil” camilan dan snack

5. Biarkan anak Anda melihat Anda menyikat gigi dan menggunakan dental floss (benang gigi) saat membersihkan gigi. Mereka akan cenderung ingin meniru, dan aktivitas bersama dapat memberikan kesempatan tambahan bagi Anda untuk mengajari mereka tentang kebersihan mulut yang tepat.

Obat Radang Otak

 

Obat Radang Otak Dari Tahitian Noni. Selamat Datang Di Website kami Solusi Tentang Menyembuhkan Penyakit Dan Obatnya secara Alami, Informasi Tentang Obat Radang Otak Tahitian Noni sebagai Obat Radang Otak Yang Aman Dan Alami.Obat Radang otak dari Tahitian Noni solusi terbaik menyembuhkan penyakit radang otak, Anda tidak perlu melakukan operasi terlebih dahulu anda hanya cukup mengkonsumsi Obat Radang Otak dari Tahitian Noni insaallah penyang terbuat dari Buah Mengkudu Dimana Buah Mengkudu tersebut sudah terbukti khasiatnya ampuh mengobati radang otak secara alami dan aman tanpa menimbulkan efek samping pada organ tubuh.yakit radang otak anda akan sembuh.Obat radang otak dari Tahitian Noni

 

Obat Radang Otak

Pengertian

Obat Radang Otak Tahitian Noni. Anda yang saat ini sedang terkena radang otak dan sudah lama mencari obat radang otak. Kami berikan solusinya untuk anda obat radang otak tanpa operasi Tahitian Noni. Hanya mengkonsumsi Tahitian Noni secara teratur, obat radang otak Tahitian Noni merupakan solusi paling tepat aman dan mudah untuk atasi radang otak tanpa efek samping. Tahitian Noni memiliki antikanker yang sangat kuat untuk menghentikan sel-sel kanker atau tumor yang tumbuh tidak terkendali di dalam otak selain itu Tahitian Noni dapat menghancurkan sel kanker yang telah ada. Obat Radang Otak

Radang otak yang lebih sering dikenal dengan radang selaput otak, merupakan penyakit yang menyerang bagian selaput otak. Istilah kedokterannya untuk menyebut radang otak adalah meningitis. Meningitis adalah penyakit radang otak yang menyerang selaput otak yang melingkupi otak dan korda spinalis, bagian dari sistem saraf pusat. Obat Radang Otak

Ada dua tipe radang otak:

  • Viras meningitis. Merupakan tipe radang otak paling umum. Tipe ini biasanya tidak menyebabkan penyakit serius. Pada kasus-kasus parah, gangguan ini bisa menyebabkan demam dan kejang berkepanjangan. Obat Radang Otak
  • Bacterial meningitis. Tipe ini jarang terjadi namun sangat serius. Radang otak ini perlu segera ditangani untuk mencegah kerusakan otak dan kematian. Obat Radang Otak

Kedua jenis radang otak ini mempunyai gejala yang sama. Jika mengalami gejala, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dengan begitu, dokter bisa mengidentifikasi jenis radang otak yang diderita. Obat Radang Otak

Gejala Radang Otak

Bagaimana kita dapat mengetahui bila akan mengalami sakit radang otak? Ada beberapa gejala atau tanda yang dapat Anda perhatikan untuk mengetahui apakah itu radang otak atau tidak, antara lain:

  1. Sakit kepala yang sehat dan terjadi secara berulang-ulang, terutama di bagian dahi. Bila diberi parasetamol, tidak memiliki pengaruh apa pun.
  2. Demam yang tinggi dan disertai dengan leher yang menjadi kaku.
  3. Sakit kepala yang disertai dengan mual dan muntah.
  4. Tingkat kesadaran menurun dan sering terlihat kebingungan.
  5. Indra penglihat dan pendengar menjadi terganggu. Penglihatan suka kabur dan tidak tahan melihat cahaya yang terlalu terang (photophobia), serta tidak tahan mendengar suara keras (phonophobia).
  6. Untuk sebagian penderita meningitis ada yang mengalami kejang-kejang.
BAGAIMANA PENGOBATANNYA?

Cara dengan mengkonsumsi obat Tahitian Noni Bioacktive Beverage, yang sudah terbukti khasiatnya dan sudah 15 uji klinis dan mempunyai lebih dari 50 hak paten. Bahkan obat Tahitian Noni Bioacktive Beverage ini dapat menyembuhkan segala macam penyakit yang sudah kronis sekali gus. Obat Radang Otak

Cara mudah, cepat dan aman menyembuhkan Radang Otakdengan obat Radang Otak alami Tahitian Noni yang terbukti ampuh dalam reaksinya dan sudah terkenal mandunia

Obat Radang Otak

Tahitian Noni adalah salah satu jus yang terbuat dari buah mengkudu yang dimana kita semua tahu bahwa mengkudu banyak mengandung zat yang baik untuk tubuh kita. Mengkudu dinilai dapat meningkatkan stamina tubuh kita dan juga mengatasi berbagai penyakit baik penyakit ringan dan juga penyakit berat seperti penyakit jantung, diabetes, lemah syahwat dan penyakit lainnya.
TAHITIAN NONI Juice mengandung zat yang disebut PROXERONINE yang merupakan bahan baku dari alkaloid XERONINE. PROXERONINE dalam TAHITIAN NONI Juice diserap oleh tubuh dan diolah menjadi XERONINE dengan menggunakan enzim PROXERONINASE dan SEROTONIN yang ada di dalam tubuh.

XERONINE merupakan alkaloid hidup yang akan diserap oleh sel-sel tubuh. XERONINE mengaktifkan kembali sel-sel yang mati sehingga proses respirasi dari sel kembali berjalan, nutrisi yang kita konsumsi akan diserap sempurna dan kotoran dari sel akan dikeluarkan dari tubuh sehingga sel-sel yang sakit akan disehatkan. TAHITIAN NONI Juice akan menyeimbangkan atau menormalkan kembali fungsi tubuh.

Testimoni keberhasila Tahitian Noni

Radang Otak Dinda Alfiana Firda

UNGGUH SEDIH jika melihat buah hati kita menderita. “saya ingin Dinda kembali seperti dulu”. Itulah ungkapan Fardiah Kurniati, ibu dari Dinda Alfiana Firda (15 tahun). Dinda yang aktif, cerdas dan gigih belajar, mengalami radang otak yang fatal. Ia mengalami kemunduran behavior. Perilakunya seperti anak kecil. Obat Radang Otak
Berawal pada Januari 2006, dokter menyatakan Dinda mengalami epilepsi. Ia kerap kejang, terutama bila letih berat. Pulang dari tur sekolah ke Bali, penyakit Dinda kambuh. Ia mengalami kejang hebat, hingga tiga jam non stop. Dinda langsung dilarikan ke rumah sakit di Surabaya dan menginap di ruang ICU selama 8 hari. Kejang hebat itulah yang merusak susunan syaraf di otaknya yang kemudian mengalami radang otak yang fatal: Dinda tak mengenali sekelilingnya, termasuk keluarganya. “Oh Tuhan, ingatan Dinda hilang,” jerit hati Fardiah Kurniati. Obat Radang Otak

Dokter menyatakan Dinda menderita penyakit Esovalitis ( radang otak). Selama dua bulan Dinda dirawat di rumah sakit,tapi tanda-tanda membaik belum nampak jelas. Dr. Haryo Pratikno yang menangani Dinda menyarankan agar mengkonsumsi Tahitian Noni Bioactive Beverage (TNBB). Kandungan di dalam TNBB mampu mengaktifkan kembali fungsi susunan sel-sel syaraf yang lemah.Sejak 14 oktober lalu Dinda mulai TNBB sebanyak dua sendok makan, tiga kali sehari setelah mengkonsumsi obat dokter. Perubahan terjadi setelah Dinda mengkonsumsi botol kedua. Ia mulai bisa berjalan, berbicarapun mulai lancar. Kenangan lamanya mulai terkuak sedikit demi sedikit. Keceriaan Dinda mulai terpancar kembali. Inikah jalan Tuhan yang diberikan untuk kesembuhan anakku? Obat Radang Otak

faktor-faktor penyebab tekanan darah tinggi

  • Faktor keturunan
    Bukan hanya warna kulit, ciri fisik atau sifat yang bisa diwarisi dari orang tua kita. Ternyata, penyakit pun bisa. Jika salah satu, atau kedua orang tua Anda mengalami tekanan darah tinggi, kemungkinan Anda pun beresiko tinggi mengalaminya.
  • Usia
    Seiring bertambahnya usia, kita semua semakin beresiko menderita tekanan darah tinggi. Mengapa? Karena semakin kita bertambah tua, elastisitas pembuluh darah kita juga berkurang sehingga cenderung mengalami penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah pun meningkat.
  • Gender
    Hingga usia 45, pria lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi. Pada usia 45 hingga 64, baik pria maupun wanita memiliki tingkat resiko yang sama. Tetapi, justru pada usia di atas itu, wanita lebih beresiko.
  • Kurang gerak (Sedentary lifestyle)
    Biasanya, orang yang tinggal di kota besar cenderung memiliki gaya hidup kurang gerak. Bekerja di kantor, dan terus menerus duduk, ditambah lagi kurangnya olahraga, akan cenderung meningkatkan resiko penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya adalah meningkatnya resiko darah tinggi.
  • Pola makan
    Kalau Anda suka makan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula, mungkin sudah saatnya Anda menguranginya untuk mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi. Dan, ini juga adalah fakta umum yang diketahui hampir semua orang: kurangi makanan bergaram karena itu dapat menahan banyak cairan dalam tubuh sehingga meningkatkan tekanannya.
  • Berat badan berlebih
    BMI (Indeks Massa Tubuh) bisa menjadi salah satu ukuran resiko. Jika BMI Anda 25 hingga 30, atau bahkan lebih, Anda terhitung kelebihan berat badan, dan lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi.
  • Kebiasaan minum minuman beralkohol
    Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida adalah kolesterol yang jahat yang berpotensi menyebabkan tekanan darah meningkat.
  • Stres
    Stres dapat meningkatkan tekanah darah sewaktu. Hormon adrenalin akan meningkat sewaktu kita stres, dan itu bisa mengakibatkan jantung memompa darah lebih cepat sehingga tekanan darah pun meningkat. Selain itu, pada saat stres biasanya pilihan makanan kita kurang baik. Kita akan cenderung melahap apa pun untuk merilekskan diri, dan itu bisa berdampak secara tidak langsung pada tekanan darah kita.
  • Kondisi penyakit yang lain
    Menurut para ahli, gangguan kondisi kesehatan seperti Apnea tidur (Sleep Apnea) dapat menimbulkan tekanan darah tinggi. Orang yang mengalami gangguan ini sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokternya
I

KONSEP ETIKA DALAM PRAKTEK KEPERAWATAN

  Etika merupakan kata yang berasal dari Yunani, yaitu Ethos, yang menurut Araskar dan David (1978) berarti kebiasaan atau model prilaku, atau standar yang diharapkan dan kriteria tertentu untuk sesuatu tindakan, dapat diartikan segala sesuatu yang berhubungan dengan pertimbangan pembuatan keputusan, benar atau tidaknya suatu perbuatan. Dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Curret English, AS Hornby mengartikan etika sebagai sistem dari prinsip-prinsip moral atau aturan-aturan prilaku. Menurut definisi AARN (1996), etika berfokus pada yang seharusnya baik salah atau benar, atau hal baik atau buruk. Sedangkan menurut Rowson, (1992).etik adalah Segala sesuatu yang berhubungan/alasan tentang isu moral.

            Moral adalah suatu kegiatan/prilaku yang mengarahkan manusia untuk memilih tindakan baik dan buruk, dapat dikatakan etik merupakan kesadaran yang sistematis terhadap prilaku yang dapat dipertanggung jawabkan (Degraf, 1988). Etika merupakan bagian dari filosofi yang berhubungan dengan keputusan moral menyangkut manusia (Spike lee, 1994). Menurut Webster’s “The discipline dealing with what is good and bad and with moral duty and obligation, ethics offers conceptual tools to evaluate and guide moral decision making”
            Beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa etika merupakan pengetahuan moral dan susila, falsafah hidup, kekuatan moral, sistem nilai, kesepakatan, serta himpunan hal-hal yang diwajibkan, larangan untuk suatu kelompok/masyarakat dan bukan merupakan hukum atau undang-undang. Dan hal ini menegaskan bahwa moral merupakan bagian dari etik, dan etika merupakan ilmu tentang moral sedangkan moral satu kesatuan nilai yang dipakai manusia sebagai dasar prilakunnya. Maka etika keperawatan (nursing ethics) merupakan bentuk ekspresi bagaimana perawat seharusnya mengatur diri sendiri, dan etika keperawatan diatur dalam kode etik keperawatan.
Konsep Moral dalam praktek keperawatan
Praktek keperawatan menurut Henderson dalam bukunya tentang teori keperawatan, yaitu segala sesuatu yang dilakukan perawat dalam mengatasi masalah keperawatan dengan menggunakan metode ilmiah, bila membicarakan praktek keperawatan tidak lepas dari fenomena keperawatan dan hubungan pasien dan perawat.
Fenomena keperawatan merupakan penyimpangan/tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia (bio, psiko, social dan spiritual), mulai dari tingkat individu untuk sampai pada tingkat masyarakat yang juga tercermin pada tingkat system organ fungsional sampai subseluler (Henderson, 1978, lih, Ann Mariner, 2003). Asuhan keperawatan merupakan bentuk dari praktek keperawatan, dimana asuhan keperawatan merupakan proses atau rangkaian kegiatan praktek keperawatan yang diberikan pada pasein dengan menggunakan proses keperawatan berpedoman pada standar keperawatan, dilandasi etika dan etiket keperawatan (Kozier, 1991). Asuhan keperawatan ditujukan untuk memandirikan pasien, (Orem, 1956,lih, Ann Mariner, 2003).
Keperawatan merupakan Bentuk asuhan keperawatan kepada individu, keluarga dan masyarakat berdasarkan ilmu dan seni dan menpunyai hubungan perawat dan pasien sebagai hubungan professional (Kozier, 1991). Hubungan professional yang dimaksud adalah hubungan terapeutik antara perawat pasien yang dilandasi oleh rasa percaya, empati, cinta, otonomi, dan didahulu adanya kontrak yang jelas dengan tujuan membantu pasien dalam proses penyembuhan dari sakit (Kozier,1991).
Prinsip-prinsip moral dalam praktek keperawatan
Menghargai otonomi (facilitate autonomy)
Suatu bentuk hak individu dalam mengatur kegiatan/prilaku dan tujuan hidup individu. Kebebasan dalam memilih atau menerima suatu tanggung jawab terhadap pilihannya sendiri.  Prinsip otonomi menegaskan bahwa seseorang mempunyai kemerdekaan untuk menentukan keputusan dirinya menurut rencana pilihannya sendiri. Bagian dari apa yang didiperlukan dalam ide terhadap respect terhadap seseorang, menurut prinsip ini adalah menerima pilihan individu tanpa memperhatikan apakah pilihan seperti itu adalah kepentingannya. (Curtin, 2002). Permasalahan dari penerapan prinsip ini adalah adanya variasi kemampuan otonomi pasien yang dipengaruhi oleh banyak hal, seperti tingkat kesadaran, usia, penyakit, lingkungan Rumah SAkit, ekonomi, tersedianya informsi dan lain-lain (Priharjo, 1995). Contoh: Kebebasan pasien untuk memilih pengobatan dan siapa yang berhak mengobatinya sesuai dengan yang diinginkan .
Kebebasan (freedom)
Prilaku tanpa tekanan dari luar, memutuskan sesuatu tanpa tekanan atau paksaan pihak lain (Facione et all, 1991). Bahwa siapapun bebas menentukan pilihan yang menurut pandangannya sesuatu yang terbaik.
Contoh : Klien mempunyai hak untuk menerima atau menolak asuhan keperawatan yang diberikan.
Kebenaran (Veracity) à truth
Melakukan kegiatan/tindakan sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika yang tidak bertentangan (tepat, lengkap). Prinsip kejujuran menurut Veatch dan Fry (1987) didefinisikan sebagai menyatakan hal yang sebenarnya dan tidak bohong. Suatu kewajiban untuk mengatakan yang sebenarnya atau untuk tidak membohongi orang lain. Kebenaran merupakan hal yang fundamental dalam membangun hubungan saling percaya dengan pasien. Perawat sering tidak memberitahukan kejadian sebenarnya pada pasien yang memang sakit parah. Namun dari hasil penelitian pada pasien dalam keadaan terminal menjelaskan bahwa pasien ingin diberitahu tentang kondisinya secara jujur (Veatch, 1978).
Contoh : Tindakan pemasangan infus harus dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku dimana klien dirawat.
Keadilan (Justice)
Hak setiap orang untuk diperlakukan sama (facione et all, 1991). Merupakan suatu prinsip moral untuk berlaku adil bagi semua individu. Artinya individu mendapat tindakan yang sama mempunyai kontribusi yang relative sama untuk kebaikan kehidupan seseorang. Prinsip dari keadilan menurut beauchamp dan childress adalah mereka uang sederajat harus diperlakukan sederajat, sedangkan yang tidak sederajat diperlakukan secara tidak sederajat, sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ketika seseorang mempunyai kebutuhan kesehatan yang besar, maka menurut prinsip ini harus mendapatkan sumber-sumber yang besar pula, sebagai contoh: Tindakan keperawatan yang dilakukan seorang perawat baik dibangsal maupun di ruang VIP harus sama dan sesuai SAK
Tidak Membahayakan (Nonmaleficence)
Tindakan/ prilaku yang tidak menyebabkan kecelakaan atau membahayakan orang lain.(Aiken, 2003). Contoh : Bila ada klien dirawat dengan penurunan kesadaran, maka harus dipasang side driil.
Kemurahan Hati (Benefiecence)
Menyeimbangkan hal-hal yang menguntungkan dan merugikan/membahayakan dari tindakan yang dilakukan. Melakukan hal-hal yang baik untuk orang lain. Merupakan prinsip untuk melakukan yang baik dan tidak merugikan orang lain/pasien. Prinsip ini sering kali sulit diterapkan dalam praktek keperawatan. Berbagai tindakan yang dilakukan sering memberikan dampak yang merugikan pasien, serta tidak adanya kepastian yang jelas apakah perawat bertanggung jawab atas semua cara yang menguntungkan pasien.Contoh: Setiap perawat harus dapat merawat dan memperlakukan klien dengan baik dan benar.
Kesetiaan (fidelity)
Memenuhi kewajiban dan tugas dengan penuh kepercayaan dan tanggung jawab, memenuhi janji-janji. Veatch dan Fry mendifinisikan sebagai tanggung jawab untuk tetap setia pada suatu kesepakatan. Tanggung jawab dalam konteks hubungan perawat-pasien meliputi tanggung jawab menjaga janji, mempertahankan konfidensi dan memberikan perhatian/kepedulian. Peduli kepada pasien merupakan salah satu dari prinsip ketataatan. Peduli pada pasien merupakan komponen paling penting dari praktek keperawatan, terutama pada pasien dalam kondisi terminal (Fry, 1991). Rasa kepedulian perawat diwujudkan dalam memberi asuhan keperawatan dengan pendekatan individual, bersikap baik, memberikan kenyamanan dan menunjukan kemampuan profesional
Contoh: Bila perawat sudah berjanji untuk memberikan suatu tindakan, maka tidak boleh mengingkari janji tersebut.
Kerahasiaan (Confidentiality)
Melindungi informasi yang bersifat pribadi, prinsip bahwwa perawat menghargai semua informsi tentang pasien dan perawat menyadari bahwa pasien mempunyai hak istimewa dan semua yang berhubungan dengan informasi pasien tidak untuk disebarluaskan secara tidak tepat (Aiken, 2003). Contoh : Perawat tidak boleh menceritakan rahasia klien pada orang lain, kecuali seijin klien atau seijin keluarga demi kepentingan hukum.
Hak  (Right)
Berprilaku sesuai dengan perjanjian hukum, peraturan-peraturan dan moralitas, berhubungan dengan hukum legal.(Webster’s, 1998). Contoh : Klien berhak untuk mengetahui informasi tentang penyakit dan segala sesuatu yang perlu diketahuinya
Hak-hak perawat, menurut  Claire dan Fagin (1975), bahwa perawat berhak:
a.       Mendapatkan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya
b.      Mengembangkan diri melalui kemampuan kompetensinya sesuai dengan latar pendidikannya
c.       Menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan serta standard an kode etik profesi
d.      Mendapatkan informasi lengkap dari pasien atau keluaregannya tentang keluhan kesehatan dan ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diberikan
e.       Mendapatkan ilmu pengetahuannya berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang keperawatan/kesehatan secara terus menerus.
f.       Diperlakukan secara adil dan jujur baik oleh institusi pelayanan maupun oleh pasien
g.      Mendapatkan jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang dapat menimbulkan bahaya baik secara fisik maupun emosional
h.      Diikutsertakan dalam penyusunan dan penetapan kebijaksanaan pelayanan kesehatan.
i.        Privasi dan berhak menuntut apabila nama baiknya dicemarkan oleh pasien dan atau keluargannya serta tenaga kesehatan lainnya.
j.        Menolak dipindahkan ke tempat tugas lain, baik melalui anjuran maupun pengumuman tertulis karena diperlukan, untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan standar profesi atau kode etik keperawatan atau aturan perundang-undangan lainnya.
k.      Mendapatkan penghargaan dan imbalan yang layak atas jasa profesi yang diberikannya berdasarkan perjanjian atau ketentuan yang berlaku di institusi pelayanan yang bersangkutan
l.        Memperoleh kesempatan mengembangkan karier sesuai dengan bidang profesinya.
Tanggung jawab/kewajiban perawat
Disamping beberapa hak perawat yang telah diuraikan diatas, dalam mencapai keseimbangan hak perawat maka perawat juga harus mempunyai kewajibannya sebagai bentuk tanggung jawab kepada penerima praktek keperawatan. (Claire dan Fagin, 1975l,dalam Fundamental of nursing,Kozier 1991)
Kewajiban perawat, sebagai berikut:
a.       Mematuhi semua peraturan institusi yang bersangkutan
b.      Memberikan pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas kemanfaatannya
c.       Menghormati hak pasien
d.      Merujuk pasien kepada perawat atau tenaga kesehatan lain yang mempunyai keahlihan atau kemampuan yang lebih kompeten, bila yang bersangkutan tidak dapat mengatasinya.
e.       Memberikan kesempatan kepada pasien untuk berhubungan dengan keluarganya, selama tidak bertentangan dengan peraturan atau standar profesi yang ada.
f.       Memberikan kesempatan kepada pasien untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing selama tidak mengganggu pasien yang lainnya.
g.      Berkolaborasi dengan tenaga medis (dokter) atau tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada pasien
h.      Memberikan informasi yang akurat tentang tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien dan atau keluargannya sesuai dengan batas kemampuaannya
i.        Mendokumentasikan asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan
j.        Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dn tehnologi keperawatan atau kesehatan secara terus menerus
k.      Melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan sesuai dengan batas kewenangannya
l.        Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, kesuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang berwenang.
m.    Memenuhi hal-hal yang telah disepakati atau perjanjian yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi tempat bekerja.
Hak-hak pasien
Disamping beberapa hak dan kewajiban perawat, perawat juga harus mengenal hak-hak pasien sebagai obyek dalam praktek keperawatan. Sebagai hak dasar sebagai manusia maka penerima asuhan keperawatan juga harus dilindungi hak-haknya, sesuai perkembangan dan tuntutan dalam praktek keperawatan saat ini pasien juga lebih meminta untuk menentukan sendiri dan mengontrol tubuh mereka sendiri bila sakit; persetujuan, kerahasiaan, dan hak pasien untuk menolak pengobatan merupakan aspek dari penentuan diri sendiri. Hal-hal inilah yang perlu dihargai dan diperhatikan oleh profesi keperawat dalam menjalankan kewajibannya.
Tetapi dilain pihak, seorang individu yang mengalami sakit sering tidak mampu untuk menyatakan hak-haknya, karena menyatakan hak memerlukan energi dan kesadaran diri yang baik sedangkan dalam kondisi sakit seseorang mengalami kelemahan atau terikat dengan penyakitnya dan dalam kondisi inilah sering individu tidak menyadari akan haknya, disinilah peran seoran professional perawat.
Oleh karena itu sebagai perawat professional harus menganal hak-hak pasien, menurut Annas dan Healy, 1974, hak-hak pasien adalah sebagai berikut:
1)      Hak untuk kebenaran secara menyeluruh
2)      Hak untuk mendapatkan privasi dan martabat yang mandiri
3)      Hak untuk memelihara penentuan diri dalam berpartisipasi dalam keputusan sehubungan dengan kesehatan seseorang.
4)      Hak untuk memperoleh catatan medis, baik selama maupun sesudah dirawat di Rumah Sakit.
Sedangkan pernyataan hak pasien (Patient’s Bill of Right) yang diterbitkan oleh “The American Hospital Association” 1973, meliputi beberapa hal, yang dimaksudkan memberikan upaya peningkatan hak pasien yang dirawat dan dapat menjelaskan kepada pasien sebelum pasien dirawat.
Adapun hak-hak pasien, adalah sebagai beriku, pasien mempunyai hak:
1)      Mempertahankan dan mempertimbangkan serta mendapatkan asuhan keperawatan dengan penuh perhatian
2)      Memperoleh informasi terbaru, lengkap mengenai diagnosa, pengobatan dan program rehabilitasi dari tim medis, dan informasi seharusnya dibuat untuk orang yang tepat mewakili pasien, karena pasien mempunyai hak untuk mengetahui dari yang bertanggung jawab dan mengkoordinir asuhan keperawatannya.
3)      Menerima informasi penting untuk memberikan persetujuan sebelum memulai sesuatu prosedur atau pengobatan kecuali dalam keadaan darurat, mencakup beberapa hal penting, yaitu; lamanya ketidakmampuan, alternatif-alternatif tindakan lain dan siapa yang akan melakukan tindakan
4)      Menolak pengobatan sejauh yang diijinkan hukum dan diinformasikan tentang kosekwensi dari tindakan tersebut.
5)      Setiap melakukan tindakan selalu mempertimbangkan  privasinya termasuk asuhan keperawatan, pengobatan, diskusi kasus, pemeriksaan dan tindakan, dan selalu dijaga kerahasiaannya dan dilakukan dengan hati-hati, siapapun yang tidak terlibat langsung asuhan keperawatan dan pengobatan pasien harus mendapatkan ijin dari pasien.
6)      Mengharapkan bahwa semua komunikasi dan catatan mengenai asuhan keperawatan dan pengobatannya harus diperlakukan secara rahasia.
7)      Pasien mempunyai hak untuk mengerti bila diperlukan rujukan ke tempat lain yang lebih lengkap dan memperoleh informasi yang lengkap tentang alasan rujukan tersebut, dan Rumah Sakit yang ditunjuk dapat menerimannya.
8)      Memperoleh informasi tentang hubungan Rumah Sakit dengan instansi lainnya, seperti pendidikan dan atau instansi terkait lainnya sehubungan dengan asuhan yang diterimannya, Contoh: hubungan individu yang merawatnya, nama perawat dan sebaginnya.
9)      Diberikan penasehat/pendamping apabila Rumah Sakit mengajukan untuk terlibat atau berperan dalam eksperimen manusiawi yang mempengaruhi asuhan atau pengobatannya. Pasien mempunyai hak untuk menolak berpartisipasi dalam proyek riset/penelitian tersebut.
10)  Mengharapkan asuhan berkelanjutan yang dapat diterima. Pasien mempunyai hak untuk mengetahui lebih jauh waktu perjanjian dengan dokter yang ada. Pasien mempunyai hak untuk mengharapkan Rumah Sakit menyediakan mekanisme sehingga ia mendapat informasi dari dokter atau staff yang didelegasikan oleh dokter tentang kesehatan pasien selanjutnya.
11)  Mengetahui peraturan dan ketentuan Rumah Sakit yang harus diikutinya sebagai pasien
12)  Mengetahui peraturan dan ketentuan Rumah Sakit yang harus diikutinya.